Jodoh ? Sebuah Misteri Ilahi


Persoalan jodoh memang hal yang paling menarik untuk dibicarakan dan diceritakan dari waktu ke waktu. ’’Ga ada matinye dah..’’ Salah satu moto iklan di televisi yang cukup mewakili. Walaupun sudah ratusan tulisan atau opini yang mengupas masalah jodoh ini. Mulai dari orang yang sudah bertemu jodohnya, mencari jodoh, mencarikan jodoh hingga yang ingin menambah jodohnya lagi. Sungguh menarik !.

Setiap orang pasti berharap suatu saat bertemu dengan jodohnya, teman sejatinya, pasangan jiwanya, orang yang bisa membawa kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Tentunya jodoh yang baik yang diharapkan semua orang. Kriteria idaman itu bisa dilihat dari ketampanannya, kekayaannya, kesuksesannya, kewibawaannya (wi..bawa mobil, wi.. bawa uang), atau keshalihannya.

Dan tidak semua orang bisa mendapatkan jodoh sesuai dengan kriteria baik menurut dia, berdasarkan pandangan subjektif manusia tentunya. Dan bila itu terjadi, kebanyakan mereka bukan malah menerima dengan lapang dada atau mensyukuri pemberian Allah SWT. Tapi malah mencari-cari kesalahan pasangan serta penyesalan yang berpanjangan menyusul akhirnya sidang perceraian dilangsungkan dengan mudahnya.

Tapi ada juga yang dengan yakinnya memilih pasangannya setelah bertahun-tahun pacaran dengan ucapan dia kriteria idealku, aku cocok dengannya. Namun, setelah menikah, keadaan berbalik 180 derajat. Sungguh miris. Hmm.. Jodoh memang merupakan sebuah rahasia ilahi.

Aku sendiri memiliki kriteria ideal (boleh dong?), setiap orang pasti inginkan yang terbaik bukan? 3 tahun yang lalu, kriteria idamanku sangat banyak, ditambah lagi waktu kuliah dulu aku aktif di organisasi Mushallah. Jadilah kriteria idamanku waktu itu adalah ikhwan berjanggut yang aktivis pula, hafidz, nyambung diajak diskusi keagamaan, shalat tepat waktu sudah pasti, syukur-syukur ganteng. Tidak cukup disitu, masih ada kriteria lainnya. Rajin puasa sunnah, qiyamullail, menguasai komputer baik hardware dan software, hormat kepada Orang Tua dan memiliki pekerjaan tetap tentunya. Wuih, pokoknya benar-benar sosok yang sempurnalah.

Aku sungguh-sungguh tidak tertarik dengan laki-laki yang kata teman-temanku ganteng dan keren abis tapi tidak shalat. Ow.. sorry to say, u are not my type. Justru aku lebih tertarik dengan laki-laki yang berpenampilan sederhana dan biasa-biasa saja secara kasat mata, tapi dengan semangat 45 mendirikan shalat. Duh, bisa luluh hati ini.

Seiring perjalanan waktu, aku telah tambah dewasa dan banyak memikirkan tentang kehidupan ini termasuk jodohku. Tak terasa tahun 2006 ini, aku akan menapaki hari demi hari menuju 25 tahun kehidupan. Kehidupan yang harus semakin mandiri dan matang. Aku bukanlah anak kecil lagi yang hidup dalam negeri dongeng dan bermimpi suatu saat bertemu dengan ikhwanku yang begitu sempurna. Seorang ksatria lengkap dengan jubah besi, kuda dan pedangnya. Sungguh gagah. Dan dengan kudanya dia akan membawaku ke surga.

Di usiaku yang sebentar lagi menapaki seperempat abad ini, aku tak lagi mengharapkan sosok ideal yang begitu sempurna. Namun, aku bukanlah seperti anggapan orang-orang selama ini, bila usia telah bertambah, maka siapa saja yang datang, akan kuterima uluran tangannya.

Aku hanya semakin menyadari, siapakah diriku yang terlalu mengharapkan sosok yang nyaris tanpa cacat. Apakah pantas aku mengharapkan teman sejatiku yang berkepribadian Muhammad, sedangkan aku sendiri belum mampu seperti Khadijah..

Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini. Saat ini aku semakin memantapkan hati selalu berniat dan meminta untuk ditemukan dengan laki-laki shalih. Aku yakin Allah SWT akan mengabulkan. Karena Allah SWT mengikut prasangka hamba-Nya. Yang penting ikhtiar itu kumulai dari diriku sendiri. Ikhtiar yang positif dan diridhoi Allah SWT tentunya. Dan apabila aku dipertemukan dengan jodohku kelak yang menurutku bukan kriteria idealku, aku akan selalu berfikir positif dan menyakini sungguh-sungguh firman Allah SWT dalam Surat Al Baqarah ayat 216. Karena pandangan manusia tempatnya salah dan khilaf. Aku sangat yakin Allah tahu yang terbaik baik hamba-Nya. Dan aku yakin Allah SWT telah menciptakan jodoh terbaik untukku. Dimanakah dia Ksatria tanpa pedang yang akan meminangku dengan AlQuran? Biarkanlah itu tetap menjadi rahasia Ilahi. Dan waktu yang akan menjawabnya.

Kamar Kost, Januari 2006

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Esia Suka-Suka

    esiasukasuka
  • Hape Hidayah Plus & Syiar

    hape hidayah