Resep Dapur Mama Embun Season-3

Wah…alhamdulillah.. akhirnya berhasil update juga.. Setelah sekian lama terpending.. Untuk Ibu2 yang dah kangen ngintip resep dapur mama embun.. Monggo yah.. Maaf niy kelamaan..:-) Ditunggu masukannya hehe..

 

Sup Krim Bola Daging

 sup krim bola daging

Bahan :

Bola Daging:

aduk rata:
150 gr daging sapi cincang
1 kuning telur ayam
1 sdm tepung terigu
2 blok kecil (@ 4 gr) MAGGI® Kaldu Blok Rasa Sapi, remas atau dapat diganti bumbu kaldu indofood 

Kuah:
1 liter susu cair
4 blok kecil (@ 4 gr) MAGGI® Kaldu Blok Rasa Sapi atau bumbu kaldu indofood
50 gr bawang Bombay, tumis
50 gr makaroni kering, rebus hingga lunak
100 gr keju Cheddar parut atau keju quick melt

Cara Membuat :

  • Bentuk adonan daging menjadi bola-bola sebesar kelereng. Kukus hingga matang.
  • Didihkan susu bersama MAGGI® KALDU SAPI dan bawang Bombay. Tambahkan bola daging, makaroni dan keju. Didihkan hingga kental. Angkat, sajikan hangat.

Tips :

  • Bola-bola daging bisa juga direbus bersama kuah. Rebus hingga mengapung lalu tambahkan bahan lainnya.

  

 Kroket Roti Tawar

 kroket roti tawar

 Bahan :

Roti tawar 8 lembar (pilih yang kupas tanpa kulit)

Susu cair

Telur

Tepung Roti

 Isi :

Wortel

Kentang

Daun Bawang

Makaroni

Daging giling sapi

Bawang putih

Bawang bombay

Lada bubuk

 

Cara Membuat :

  •  
    1. Siram roti tawar dengan susu cair hangat, yang penting cukup basah.
    2. Rebus wortel dan kentang hingga lunak.
    3. Potong dadu.
    4. Rebus makaroni hingga lunak.
    5. Tumis bawang bombay atau bawang putih, masukkan daging giling sapi, aduk hingga rata dan daging matang.
    6. Setelah rata, masukkan wortel, kentang, makaroni.
    7. Ambil setengah bagian dari roti tawar, lalu isi dengan campuran bahan diatas.
    8. Setelah itu tutup bagian samping roti tawar atau dapat dibentuk bulat seperti bola.
    9. Celupkan ke tepung roti, angkat balur dengan telur yang sudah dikocok.
    10. Ulangi sekali lagi celupkan ke tepung roti.
    11. Goreng dengan api sedang hingga kecoklatan.
    12. Hidangkan selagi hangat.

 

Kroket Roti Tawar Isi Sosis

 kroket roti tawar isi sosis

Bahan :

Roti tawar 8 lembar (pilih yang kupas tanpa kulit)

Susu cair

Telur

Tepung Roti

 

Isi :

Sosis Ayam (Bernardi)

Sosis Sapi (Kimbo)

Cara Membuat :

  •  
    1. Siram roti tawar dengan susu cair hangat, yang penting cukup basah.
    2. Ambil satu bagian roti, lalu masukkan satu potong sosis tanpa dipotong.
    3. Gulung roti
    4. Celupkan ke tepung roti, angkat balur dengan telur yang sudah dikocok.
    5. Ulangi sekali lagi celupkan ke tepung roti.
    6. Goreng dengan api sedang hingga kecoklatan.
    7. Setelah matang angkat lalu potong 2 dengan posisi lurus atau miring.
    8. Hidangkan selagi hangat

 

Pudding Caramel Quaker

 pudding caramel

Bahan I :

  •  
    1. 100 g Quaker Instant
    2. 100 g gula
    3. 6 g agar-agar
    4. 100 cc air

 

Bahan II :

  1. 150 g gula
  2. 12 g agar-agar
  3. 600 cc air
  4. 2 tetes rum bila suka

 

Cara Membuat :

  1. Campur bahan I dalam panci (gula, agar-agar, air). Masak hingga mendidih, lalu masukkan Quaker Oatmeal. Setelah itu dinginkan dan potong dadu.
  2. Buat Caramel dari 150 g gula yang dipanaskan hingga kecokelatan. Tambahkan air dan agar-agar. Setelah agak dingin masukkan bahan I dan tuang ke dalam loyang. Dinginkan dalam lemari es. Setelah itu siap dihidangkan.

 

 Baked Potato Cheese

 baked potatoes

Bahan :

4 butir kentang ukuran sedang

1 sdm margarine

2 sdm terigu

60 gr keju cheddar parut

300 cc susu

Garam dan merica secukupnya

Mozarella cheese/permesan untuk taburan

 

Cara membuat :

  1. Buat saus putih : lelehkan margarine, masukkan tepung, aduk rata, tuangkan susu sedikit sedikit sambil di aduk cepat.
  2. Masukkan keju parut / quick melt, garam dan merica. Masak sampai meletup-letup. Sisihkan.
  3. Kentang dicuci bersih kulitnya, kukus selama 15 menit dengan Pressure Cooker (kalo kukusan lebih lama lagi).
  4. Taruh kentang di piring saji, memarkan/gencet kentang dengan ulekan hingga merekah, siram saus putih dan taburi dengan mozarela/permesan, sajikan segera.

 

Untuk Baked Potatoes with Cheese Brocolly :

  1. 250 gr brokoli, lepaskan dari kuntumnya, potong2
  2. Brokoli ditaburi dengan sedikit garam, dikukus asal layu/setengah matang, sisihkan.

 

Bola Makaroni

 bola makaroni

  1. 50g susu anak anda
  2. 100ml air
  3. 1 sdm margarine
  4. 50 gr bawang bombay cincang
  5. 100 gr daging ayam cincang
  6. 1 buah Maggi kaldu blok, remas
  7. 1 sdt gula pasir
  8. 50 g macaroni, rebus hingga lunak
  9. 50 g keju cheddar parut
  10. Minyak goreng

 

Lapisan :

50 g tepung panir halus

1 butir ayam, kocok

 

Cara membuat :

  1. Larutkan susu dengan air. Sisihkan.
  2. Tumis bawang bombay hingga layu dan wangi
  3. Masukkan daging ayam, aduk hingga kering
  4. Tambahkan Maggi dan gula pasir, aduk rata
  5. Tuangi susu, masukkan macaroni dan keju
  6. Didihkan hingga kental dan matang
  7. Angkat, dinginkan
  8. Bentuk adonan menjadi bola-bola kecil
  9. Celupkan dalam telur, gulingkan dalam tepung roti
  10. Ulangi sekali lagi
  11. Goreng hingga kuning kecokelatan, tiriskan dan sajikan.

 

Banana Pancake

 pancake pisang

Bahan :

  1. 1 buah pisang raja yang matang
  2. 5 sdm tepung terigu
  3. 125 ml susu cair
  4. 1 butir telor, kocok lepas
  5. Margarine untuk menggoreng

 

Cara Membuat :

  1. Campur semua bahan (kecuali margarine) sampai rata dan licin
  2. Panaskan margarine, lalu buat dadar pancake dari adonan
  3. Tuangkan satu sendok sayur, masak dan dibalik sampai kedua sisinya matang
  4. Lakukan sampai adonan habis

 

Sebagai variasi, saat membuat dadar, begitu bagian atas terlihat mulai matang, beri parutan keju. Biarkan sebentar lalu lipat dua seperti martabak manis. Angkat.

 Spaghetti With Bolognese Sauce

 spagaethi bolognese

Bahan :

Spaghetti

Bawang Mombay

Daging sapi giling

Saus Del Monte

 

Cara Membuat :

  1. Rebus spaghetti hingga lunak (jangan lupa menambahkan sedikit minyak saat merebus).
  2. Setelah lunak, angkat dan tiriskan.
  3. Untuk sauce, tumis bawang bombay hingga wangi, lalu tambahkan daging giling. Tumis hingga matang.
  4. Setelah itu, tambahkan saus khusus spaghetti del monte.
  5. Biarkan hingga menyatu dengan campuran sebelumnya.
  6. Taruh spaghetti di dalam piring, lalu siram saus bolognese.
  7. Nikmati selagi hangat.

 

Ayam Goreng Crispy

ayam goreng crispy

Bahan :

Ayam 1 ekor

Jeruk Nipis

Merica Bubuk

Garam

Tepung Kobe

Air Es

 

Cara Membuat :

  1. Cuci bersih ayam, lalu rendam dengan air jeruk nipis, merica bubuk, serta garam secukupnya kurang lebih 30 menit.
  2. Siapkan tepung khusus untuk ayam goreng tepung (Kobe, Mama suka, dll)
  3. Baluri satu per satu ayam dengan tepung tersebut
  4. Setelah rata, celup ke dalam air es.
  5. Angkat tiriskan, lalu balur sekali lagi di dalam tepung Kobe.
  6. Panaskan minyak dengan api sedang
  7. Goreng ayam hingga terendam minyak
  8. Balik- balik dan setelah mendapatkan warna kecoklatan, angkat, tiriskan dan siap dihidangkan.

 

Fettucini with Bolognese Sauce

 fettucini

Bahan :

Pasta (fettucini)

Daging sapi giling

Bawang bombay

Merica

Saus Delfonte

 

 

Cara membuat :

  1. Rebus fettucini di air yang mendidih dengan telah diberi minyak sebelumnya. Aduk-aduk, hingga fettucini lunak. Angkat dan tiriskan.
  2. Tumis bawang bombay hingga wangi, masukkan daging giling, lalu merica. Setelah rata masukkan 1 kaleng saus delfonte. Tambahkan sedikit air. Biarkan mendidih untuk beberapa saat, lalu matikan api.
  3. Taruh fettucini di piring saji, siram dengan saus bolognese, sajikan segera.

The Apple of My Eyes

embun-kuning2

The Apple of My Eyes

A few years back,I had heard about an idiom “The  Apple of My Eyes”. But, I’ve never thought about its meaning seriously. I just regarded it as an idiom or phrase and most people will have their ones. Nothing special.

But when I got married and gave birth to a beautiful girl, i felt that I found the true meaning  of the Apple of My Eyes. I start  started to feel how my baby has brought so many positive changes in me by taking out the negative emotions of ego and attitude etc from my personality and made me a good woman and a good mother.  There will be no day without her smile. I have learned much since I become a mother.   Feels like there’s no happiness that could substitute the happiness of being a mother. Alhamdulillah (Thanks God). My motherhood has defined and completed my womanhood.

I called her: Embun. Embun Imaneena Gie is the complete name. Me and my husband choose that name because it has a great meaning namely she will have cooling effect on the wounded hearts. She can alleviate the pains of others with her healing touch and also become a religious girl. One who believes in God and has faith in God. I hope adult Embun will take the meaning of her name as I believe name is a prayer and hope.

Resep Dapur Mama Embun :)

Santan Daun Singkong


gulai-pucuk-ubi

Bahan :

  • Pucuk daun singkong
  • Santan
  • Tempe potong dadu
  • Cabe merah 3 buah
  • Kunyit
  • Laos
  • Serai
  • Bawang Merah
  • Bawang Putih
  • Daun salam

Cara Membuat :

  1. Haluskan cabe, kunyit, laos, serai, bawang merah dan bawang putih hingga halus.
  2. Masukkan bumbu yang dihaluskan beserta santan, daun singkong, daun salam serta tempe yang telah dipotong dadu.
  3. Tambahkan garam.
  4. Masak hingga santan mendidih, lalu aduk2.
  5. Matikan api dan siap dihidangkan.

Sate Ikan

sate-ayam

Bahan :

  • Daging Ikan atau Ayam Giling ½ kg
  • Santan
  • Soun
  • Bawang Merah
  • Bawang Putih
  • Lada
  • Garam secukupnya
  • Daun pisang

Cara Membuat :

  1. Haluskan bawang merah, bawang putih dan lada.
  2. Campurkan bumbu yang dihaluskan dengan daging ikan atau daging ayam giling, santan, garam dan soun lalu aduk hingga rata.
  3. Setelah rata, bungkus dengan daun pisang dengan takaran 1 sendok untuk 1 bungkusnya.
  4. Kukus kurang lebih lebih 15 menit hingga harum dan matang.

Bakwan Jagung Katuk

image128

Bahan :

  • Jagung Muda dipipil
  • Daun Katuk
  • Ketumbar
  • Bawang Putih
  • Terigu

Cara Membuat :

  1. Haluskan bawang putih, ketumbar dan garam.

2. Campurkan terigu dengan air aduk hingga tidak terlalu kalis (adonan pas untuk digoreng).

3. Tambahkan jagung pipil dan daun katuk

4. Goreng satu persatu, ambil adonan dengan menggunakan

sendok

Timus

timus

Bahan :

Singkong (Ubi Kayu) 2 kg

Kelapa Parut ½ butir

Gula Merah (Disarankan gula merah cair ABC Spesial Grade)

Garam secukupnya

Daun Pisang

Cara membuat :

  1. Setelah singkong diparut, campurkan dengan kelapa parut, gula merah dan garam secukupnya. Aduk hingga rata.
  2. Ambil kira-kira 2 sendok makan, lalu bungkus di dalam daun pisang.
  3. Kukus kira-kira ½ jam.
  4. Setelah matang hidangkan.

Perkedel Tahu


image017

Bahan :

10 buah tahu sumedang atau 1 tahu Cina

Bawang Merah

Bawang Putih

Lada

Garam

Daun Bawang

Seledri

Telur 2 butir

Cara membuat :

  1. Haluskan tahu dengan menggunakan sendok atau tangan
  2. Haluskan bawang merah, bawang putih, lada dan garam
  3. Tumis bumbu yang telah dihaluskan dengan sedikit minyak
  4. Setelah bumbu yang ditumis matang, campurkan ke dalam tahu yang telah dihaluskan beserta telur, seledri dan daun bawang yang telah diiris halus.
  5. Bentuk menjadi bola-bola dengan menggunakan tangan.
  6. Baluri dengan telur yang telah dikocok.
  7. Goreng dengan minyak panas hingga kecoklatan dan harum
  8. Angkat dan siap dihidangkan.

Telur Dadar Spesial

image137

Bahan :

3 butir telur bebek

Udang kupas

Ayam (ambil dagingnya)

Wortel potong menyerupai korek api

Bayam iris kasar

Jagung pipil

Garam

Cara membuat :

Campur telur dan semua bahan-bahan di atas. Tambahkan garam, lalu aduk hingga rata. Panaskan sedikit minyak, lalu goreng dengan api kecil. Agar dalam telur dadar matang secara merata, gunakan tutup pada saat mengoreng. Balik hingga telur dadar matang. Hidangkan.

Cumi Asam Manis

cumi-asem-manis1

Bahan :

  • Cumi 1 kg (iris menyerupai cincin)
  • Bawang bombay 1 buah
  • Bawang putih 3 siung
  • Saus sambal

Cara Membuat :

  • Cumi direndam terlebih dahulu dengan jeruk nipis untuk menghilangkan bau amis.
  • Lalu baluri cumi dengan tepung kobe
  • Goreng hingga cumi berwarna merah
  • Angkat dan tiriskan
  • Tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum
  • Masukkan cumi
  • Lalu masukkan saus sambal
  • Tambahkan air dan garam secukupnya
  • Setelah mendidih, angkat dan hidangkan.

Sayur Asem Palembang

image199

Bahan :

Labu 1 buah

Jagung Manis 1 buah

Kacang Panjang

Kacang Tanah

Daun dan biji melinjo

Nangka sayur

Terong 1 buah

Asem Jawa

Terasi

Kemiri

Cabe

Bawang Merah

Bawang Putih

Lengkuas

Gula merah

Cara Membuat :

  1. Rebus sayuran terlebih dahulu.
  2. Haluskan cabe merah, bawang merah, bawang putih, kemiri, kacang tanah, gula merah, terasi dan garam secukupnya.
  3. Lengkuas dimemarkan.
  4. Campur bumbu yang telah dihaluskan ke dalam rebusan sayur, aduk-aduk.
  5. Tambahkan asam jawa.
  6. Setelah sayur matang, matikan api dan siap dihidangkan.
  7. Sayur asem ini lebih nikmat bila dihidangkan dengan sambal terasi dan ikan asin.

Bersyukurlah…

Depok, 25 Maret 2007

Hidup akan terasa berat bila kita selalu melihat keatas. Hidup juga akan terbebani jika kita membandingkan kesuksesan diri dengan orang lain. Hidup akan semakin sempit dan sesak jika kita tak pandai bersyukur atas nikmat yang diberikan-Nya selama ini.

Manusia… Sampai kapankah kau akan begini ? Sampai kapan kau menyadari bahwa setiap kejadian di muka bumi ini telah diatur dengan indah oleh-Nya ?

Rasulullah bersabda, “Lihatlah ke bawah niscaya kau akan menjadi hamba-Nya yang bersyukur. Lihatlah sekeliling kita, mungkin masih banyak orang yang hidupnya lebih menderita, padahal usaha yang mereka lakukan lebih keras dari dirimu, perjuangan untuk mendapatkan sesuap nasi, benar-benar didapatkan dengan susah payah.

Lihatlah pengamen yang terus bernyanyi ditengah terik mentari sambil memperhatikan orang lain menikmati makan siang mereka dengan lahap. Lihatlah adik-adik kecil yang menawarkan jasa untuk menyemir sepatu, para pedagang kaki lima yang tidak tahu berapa keuntungan yang didapat hari itu atau malah sama sekali tidak memperoleh keuntungan. Perhatikanlah pula tukang ojek atau tukang sampah yang setiap hari melewati rumah-mu yang selalu tersenyum penuh asa dan harap akan kehidupan hari ini.

Lihatlah dirimu ? Kau mempunyai pekerjaan yang layak, walaupun gajimu hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup sebulan di JKT. Kau masih bisa makan 3 kali sehari, bersantai sambil menikmati tayangan televisi, membeli majalah favoritmu, belanja makanan favoritmu, membelikan kado buat teman-temanmu.

Bersyukurlah kau masih diberi nikmat Islam, hidayah untuk menutup aurat, suami yang penyayang, teman yang banyak, keluarga yang menyayangimu, nikmat kesehatan, dijauhkan dari fitnah dunia, dimudahkan dalam urusan dunia dan akhirat.

Ingat! Semua yang terjadi adalah kehendak Allah SWT dan itu pasti yang terbaik serta pasti ada hikmah disetiap kejadian. Remember Al Baqarah : 216.

Jika engkau sabar, Allah SWT akan menaikkan derajatmu disisi-Nya. Yang penting jalani segala sesuatu dengan baik dan luruskan niat ikhlas karena Allah SWT.

Izinkanlah Aku Kembali

Dering nasyid Lukisan Alamnya Hijjaz berbunyi dari HP ku yang menandakan ada SMS yang masuk. Sedikit terkaget aku bangun. Sambil kulirik jam meja di samping tempat tidurku. Jam 00:05:20 WIB, sambil kuraih HP ku dan dengan sedikit kesal aku bergumam dalam hati, ’’Siapa seh SMS jam segini, udah tau orang sedang enak-enak tidur juga…..’’

Langsung saja kubuka SMS yang masuk barusan, ternyata dari teman dekatku waktu kuliah dulu. ’’Duuaaarr, deeeerr, surpriseeee…… , Assalamu`alaikum… Selamat Hari Lahir… Moga selalu diberi Rahmat, Hidayah serta selalu dalam lindungan-Nya, di usia ke-24 ini jadikan tahun ini lebih baik dari sebelumnya untuk bekal hari akhir nanti… AMIN…’’
Masya Allah… aku baru ingat, sekarang tanggal 20 Agustus, hari lahirku… Subhanallah.. sahabatku itu benar-benar membuatku terharu.. aku saja tidak ingat kalau hari ini hari lahirku.
Yah, sudah 24 tahun aku hidup di dunia ini. Tiba-tiba tersadar sudah setua ini, apa saja yang telah kupersiapkan untuk bekal di hari akhir nanti. Selama ini ibadah yang kulakukan sekedar melunturkan kewajiban saja. Berdoa sekenanya saja. Aktivitas rutinku di tempat kerja telah membuat hatiku hampa dan gersang. Ya Allah… Apa yang terjadi padaku? Jangan kau cabut Hidayah-Mu dari hatiku ya Allah… Tiba-tiba aku merasa rindu untuk kembali dekat dengan-Mu, aku merasa telah jauh dari-Mu ya Allah. Tiba-tiba aku merasa rindu untuk berdakwah kembali seperti dimasa kuliah dulu.
Aku dulu adalah seorang aktivis dakwah. Setiap ada pengajian-pengajian pasti takkan terlewatkan. Bahkan kami pun membentuk kelompok-kelompok pengajian kecil. Singkat kata, orang-orang sering memanggilku dan teman-temanku seorang aktivis. Dan akupun bangga dengan panggilan dan julukan itu. Rasanya semangat dan ghirah untuk berjihad dan berda`wah begitu menggelora pada saat itu.
Saat-saat indah itu mulai berubah seiring berjalannya waktu. Pada tahun 2003, alhamdulillah aku berhasil menyelesaikan kuliahku. Tentu saja aku sangat gembira dan memang saat inilah yang kutunggu-tunggu yaitu dapat mempersembahkan yang terbaik bagi orang tuaku. Sebagai orang tua yang sangat menginginkan kebahagiaan anaknya, orang tuaku sangat berharap aku bisa mendapatkan pekerjaan yang layak setelah lulus dari kuliah.
Berpuluh-puluh berkas surat lamaran aku masukkan ke berbagai instansi pemerintah dan swasta, tapi belum ada satu pun lamaranku diterima. Salah satu kendalanya yang telah menjadi rahasia umum adalah penggunaan jilbab di tempat kerja. Tapi alhamdulillah aku dan rekan-rekan tetap istiqomah dengan jilbab kami.
Aku yakin sekali Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang berusaha di jalan-Ny, dan aku juga meyakini bahwa rizqi Allah SWT itu sangat luas. Pasti ada hikmahnya fikirku.
Setahun lebih berada di kotaku tanpa mendapatkan pekerjaan tetap. Ternyata takdir Allah SWT berkata lain. Suatu hari aku mendapatkan panggilan tes untuk wawancara dari salah satu perusahaan besar di ibu kota. Hari itu juga aku langsung memesan tiket penerbangan pertama untuk berangkat ke Jakarta keesokan harinya. Untung saja, aku memiliki saudara yang tinggal di Jakarta. Untuk sementara aku bisa tinggal di sana. Tes demi tes aku lalui dan akhirnya aku diterima bekerja di sana. Rasa gembira pun tak terbendung. Sambil mengucapkan syukur tak henti-hentinya kepada Allah SWT. Babak baru akan segera dimulai dalam hidupku. Aku benar-benar berjanji dalam hati untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang Allah SWT berikan padaku dan juga berjanji untuk memperbarui niat bekerja juga untuk beribadah kepada-Nya.
Hari demi hari kulalui dalam pekerjaan baruku. Aku menyukai pekerjaanku. Tak terasa sudah 8 bulan aku meninggalkan kampung halaman untuk bekerja. Dari hari ke hari rutinitas yang ada dalam pekerjaan memang kadang kala membosankan. Tak tahu kenapa kejenuhan juga mempengaruhi kuantitas dan kualitas ibadahku. Aku yang dulu tak pernah satu malampun melewatkan untuk bermunajat kepada Tuhanku, sekarang perlahan-lahan mulai terlewatkan, entah memang karena ketiduran ataupun malas yang hadir pada saat itu. Puasa sunnah Senin-Kamis juga tak serajin dulu lagi. Shalat Dhuhaku telah benar-benar kutinggalkan.
Sebenarnya aku merasakan gersang dan hampa jauh dari Rabb-ku tetapi apa daya kebosanan lebih kuat menerpaku. Bukannya aku tak berusaha untuk kembali. Aku selalu berusaha dan berusaha, tapi aku masih belum mampu. Aku sungguh tak mengerti.. Aku sangat menderita dengan keadaan ini.
Ya Rabb, jangan kau cabut hidayah-Mu dari hati hamba. Jangan berikan kesesatan setelah Engkau beri petunjuk. Hari ini aku seperti tersadar kembali. Tak terasa air mataku menetes satu per satu. Sungguh aku ingin kembali… Aku tahu pintu taubatmu selalu terbuka. Ampuni aku atas kesalahan-kesalahan yang kulakukan. Ya Rabb, aku rindu untuk berkhalwat dan bermunajat kepada-Mu.
Segera aku bangkit dari tempat tidurku dan bergegas berwudhu untuk segera melepaskan rindu pada Rabb yang telah menciptakanku dan melimpahkan rizkinya padaku dan keluargaku.
Lamat-lamat aku terngiang sebuah Nasyid yang didendangkan oleh pemunsyid dari Bandung.

’’Telah berlalu waktu, hari-hari tiada arti, tiada tujuan pasti, kan kemana diri ini
Engkau selalu menanti, setiap rindu hati, betapapun debu di diri,
dimaafMu tak berarti..
Izinkanlah aku kembali, bersujud dan berdoa lagi. Lalu teguhkanlah aku di sini..
Didekap cinta dan maaf-Mu..
Biarkanlah ku menjadi bumi, tempat menetes air mata suci adalah cahaya-Mu tak bertepi,
Bagi insan yang tertambat hati adalah surga-Mu terbuka selalu,
Bagi jiwa yang tetap merindu..’’

Jakarta, Agustus 2005 by Me
(Sebuah perenungan yang dalam untukku)

Jodoh ? Sebuah Misteri Ilahi

Persoalan jodoh memang hal yang paling menarik untuk dibicarakan dan diceritakan dari waktu ke waktu. ’’Ga ada matinye dah..’’ Salah satu moto iklan di televisi yang cukup mewakili. Walaupun sudah ratusan tulisan atau opini yang mengupas masalah jodoh ini. Mulai dari orang yang sudah bertemu jodohnya, mencari jodoh, mencarikan jodoh hingga yang ingin menambah jodohnya lagi. Sungguh menarik !.

Setiap orang pasti berharap suatu saat bertemu dengan jodohnya, teman sejatinya, pasangan jiwanya, orang yang bisa membawa kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Tentunya jodoh yang baik yang diharapkan semua orang. Kriteria idaman itu bisa dilihat dari ketampanannya, kekayaannya, kesuksesannya, kewibawaannya (wi..bawa mobil, wi.. bawa uang), atau keshalihannya.

Dan tidak semua orang bisa mendapatkan jodoh sesuai dengan kriteria baik menurut dia, berdasarkan pandangan subjektif manusia tentunya. Dan bila itu terjadi, kebanyakan mereka bukan malah menerima dengan lapang dada atau mensyukuri pemberian Allah SWT. Tapi malah mencari-cari kesalahan pasangan serta penyesalan yang berpanjangan menyusul akhirnya sidang perceraian dilangsungkan dengan mudahnya.

Tapi ada juga yang dengan yakinnya memilih pasangannya setelah bertahun-tahun pacaran dengan ucapan dia kriteria idealku, aku cocok dengannya. Namun, setelah menikah, keadaan berbalik 180 derajat. Sungguh miris. Hmm.. Jodoh memang merupakan sebuah rahasia ilahi.

Aku sendiri memiliki kriteria ideal (boleh dong?), setiap orang pasti inginkan yang terbaik bukan? 3 tahun yang lalu, kriteria idamanku sangat banyak, ditambah lagi waktu kuliah dulu aku aktif di organisasi Mushallah. Jadilah kriteria idamanku waktu itu adalah ikhwan berjanggut yang aktivis pula, hafidz, nyambung diajak diskusi keagamaan, shalat tepat waktu sudah pasti, syukur-syukur ganteng. Tidak cukup disitu, masih ada kriteria lainnya. Rajin puasa sunnah, qiyamullail, menguasai komputer baik hardware dan software, hormat kepada Orang Tua dan memiliki pekerjaan tetap tentunya. Wuih, pokoknya benar-benar sosok yang sempurnalah.

Aku sungguh-sungguh tidak tertarik dengan laki-laki yang kata teman-temanku ganteng dan keren abis tapi tidak shalat. Ow.. sorry to say, u are not my type. Justru aku lebih tertarik dengan laki-laki yang berpenampilan sederhana dan biasa-biasa saja secara kasat mata, tapi dengan semangat 45 mendirikan shalat. Duh, bisa luluh hati ini.

Seiring perjalanan waktu, aku telah tambah dewasa dan banyak memikirkan tentang kehidupan ini termasuk jodohku. Tak terasa tahun 2006 ini, aku akan menapaki hari demi hari menuju 25 tahun kehidupan. Kehidupan yang harus semakin mandiri dan matang. Aku bukanlah anak kecil lagi yang hidup dalam negeri dongeng dan bermimpi suatu saat bertemu dengan ikhwanku yang begitu sempurna. Seorang ksatria lengkap dengan jubah besi, kuda dan pedangnya. Sungguh gagah. Dan dengan kudanya dia akan membawaku ke surga.

Di usiaku yang sebentar lagi menapaki seperempat abad ini, aku tak lagi mengharapkan sosok ideal yang begitu sempurna. Namun, aku bukanlah seperti anggapan orang-orang selama ini, bila usia telah bertambah, maka siapa saja yang datang, akan kuterima uluran tangannya.

Aku hanya semakin menyadari, siapakah diriku yang terlalu mengharapkan sosok yang nyaris tanpa cacat. Apakah pantas aku mengharapkan teman sejatiku yang berkepribadian Muhammad, sedangkan aku sendiri belum mampu seperti Khadijah..

Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini. Saat ini aku semakin memantapkan hati selalu berniat dan meminta untuk ditemukan dengan laki-laki shalih. Aku yakin Allah SWT akan mengabulkan. Karena Allah SWT mengikut prasangka hamba-Nya. Yang penting ikhtiar itu kumulai dari diriku sendiri. Ikhtiar yang positif dan diridhoi Allah SWT tentunya. Dan apabila aku dipertemukan dengan jodohku kelak yang menurutku bukan kriteria idealku, aku akan selalu berfikir positif dan menyakini sungguh-sungguh firman Allah SWT dalam Surat Al Baqarah ayat 216. Karena pandangan manusia tempatnya salah dan khilaf. Aku sangat yakin Allah tahu yang terbaik baik hamba-Nya. Dan aku yakin Allah SWT telah menciptakan jodoh terbaik untukku. Dimanakah dia Ksatria tanpa pedang yang akan meminangku dengan AlQuran? Biarkanlah itu tetap menjadi rahasia Ilahi. Dan waktu yang akan menjawabnya.

Kamar Kost, Januari 2006

  • Esia Suka-Suka

    esiasukasuka
  • Hape Hidayah Plus & Syiar

    hape hidayah
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.